Hiu Tertua di Dunia ini Berusia 512 Tahun

Hiu Tertua di Dunia ini Berusia 512 Tahun

 

 

Para ilmuwan yang mempelajari hiu dari Greenland ini, setelah melakukan beberapa penelitian, mereka meyakini bahwa makhluk ini berumur 512 tahun. Sebuah angka yang tentu saja sangat mengejutkan. Jika benar, maka hiu ini adalah vertebrata tertua yang masih hidup di muka bumi, sebagaimana yang dilaporkan dalam Jurnal Science bertitel “Eye lens radiocarbon reveals centuries of longevity in the Greenland shark (Somniosus microcephalus)” edisi 12 Agustus 2016.

Hiu Greenland (Somniosus microcephalus) adalah spesies yang luar biasa karena banyak hal. Namun, yang paling menonjol adalah rentang umurnya yang sangat panjang. Hiu ini mencapai sexual maturity saat berumur sekitar 156 tahun, dan mempunyai panjang 4 meter.

Hiu yang diteliti para ilmuwan tersebut, bersamaan dengan 27 spesimen lain, menggunakan penanggalan karbon. Studi ini menunjukkan bahwa umurnya adalah 392 tahun, namun potensi margin erornya menunjukkan bahwa umur aslinya bisa 272 atau 512 tahun.

“Kami sudah menduga mereka akan menjadi hewan berumur panjang, tapi saya sangat terkejut kalau usianya sampai setua itu,” kata Julius Nielsen, peneliti dan ahli biologi di Universitas Kopenhagen sebagaimana dikutip dari Universe Science.

Hiu betina ini mempunyai panjang 4.87 meter. Cukup besar memang, namun tak akan sebanding dengan individu hiu yang umurnya lima abad. Namun perlu diingat, bahwa hiu Greenland hanya tumbuh 1 cm dalam setahun, sehingga ukuran 4.87 meter adalah ukuran yang besar bagi spesies ini.

Bagaimana hiu ini berumur panjang?

Habitatnya yang terpencil serta alam yang masih sulit dipahami membuat kehidupan hiu super besar ini tidak banyak diketahui. Termasuk, mengenai berapa lama kehidupannya.

Namun, para ilmuwan mengaitkannya dengan metabolisme yang lamban, juga lingkungan. Perairan dingin tempat hiu hidup dan berkembang, diperkirakan memperpanjang umurnya. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa lingkungan yang dingin dapat membantu memperlambat penuaan, dan hiu ‘tua’ ini mendapat manfaat dari kondisi yang ada.

Inilah asalan mengapa hasil penelitian tersebut menjadi amat penting mengingat populasi hiu Greenland tidak diketahui pasti. Sehingga, kematian satu hiu saja bisa menjadi sebuah kerugian besar bagi ekosistem planet kita.

Source:mongabay.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu