Kaya ikan Jatiluhur jadi pilihan

51l9lVLBP3L._SL1195_

Waduk yang terkenal dengan bendungan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) ini memiliki luas 8300 hektare yang berada di Kecamatan Jatiluhur, sekitar 9 km dari pusat Kota Purwakarta. Di danau ini tersedia pula fasilitas rekreasi yang memadai seperti hotel, bungalow, bar dan restoran. Di samping itu terdapat pula lapangan tenis, bilyar, camping ground, kolam renang dan sarana bermain anak-anak.

Bagi penduduk setempat keberadaan Waduk Jatiluhur sangat membantu dalam mengangkat perekonomian mereka. Banyak masyarakat yang menjadi nelayan. Beberapa nelayan yang ditemui rata-rata mengatakan merasa terbantu dengan kehadiran ikan patin, nila, mas, tagih, oscar dan balidra yang banyak dijumpai di waduk ini. Banyak pemancing yang datang untuk memancing, terutama ikan balidra. Ikan ini selain mahal juga sangat gurih rasanya.

Dalam memancing ikan balidra para pemancing dapat memanfaatkan rakit terapung yang telah disediakan oleh nelayan. Rakit terapung ini terbuat dari batang-batang bambu yang dirapatkan satu sama lainnya. Agar para pemancing betah dan merasa aman, rakit-rakit itu telah dimodifikasi bentuknya seperti menyerupai saung. Satu rakit bisa terdiri dari lima saung dan satu saung dapat menampung 4-6 orang tergantung panjangnya rakit.

Selain terkenal dengan kekayaan ikannya, Jatiluhur juga terkenal sebagai waduk yang memiliki lokasi mancing paling banyak. Lokasi mancing yang ada disana memiliki nama berbeda-beda, diantaranya Pamuningan, Odang, Tanah Merah, Pasir Laya, Pasir Jangkung, Asrap dan lain-lainnya. Penamaan lokasi tersebut disesuaikan dengan keadaan tempatnya, seperti Pasir Merah, karena di pinggiran danau terdapat pasir berwarna merah.

Dari sekian banyak pemancing, memang ada yang sengaja datang ke Jatiluhur hanya untuk mengincar balidra. Ikan Balidra di Jawa Barat terdapat dari dua genus berbeda yaitu Chitala dan Notopterus. Namun, keduanya sudah mulai sulit ditemukan di sungai-sungai di Jawa Barat, padahal sampai pertengahan tahun 90-an ikan balidra merupakan ikan primadona sebagai target mancing di Waduk Jatiluhur, bahkan Kabupaten Purwakarta menjadikannya sebagai maskot.

Selain sulitnya memancing balidra juga dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Bahkan ada yang mengatakan balidra yang menghuni Jatiluhur bobotnya besar-besar. Selain mancing balidra, para pemancing juga banyak mancing patin dan mas. Mancing patin dan mas sebagai alternatif tatkala belida sulit didapat. Dalam mancing patin dan mas tampaknya tak terlalu sulit bagi pemancing, caranya sama dengan mancing ikan biasa. Umpan kedua jenis ikan ini pun mudah didapat dan tak mahal harganya.

Lukut merupakan sejenis tumbuhan lumut yang banyak dijumpai di danau dan sawah. Umpan lukut yang paling baik yaitu lukut besi. Warnanya hijau tua dan bila dipegang terasa kenyal. Lukut banyak dijual di warung-warung yang berada di sekitar danau. Warung-warung tersebut tak hanya menjual lukut, berbagai keperluan pemancing mulai dari alat pancing sampai makanan pun tersedia di warung tersebut.

Kaya ikan Jatiluhur jadi pilihan

kabarmancing.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Main Menu